Good Corporate Governance (GCG)

Good Corporate Governance (GCG)

725
0
SHARE
gcg framework

Topik kali ini muncul pertama kali ketika penulis bertemu dengan satu investor yang menanyakan apakah laporan keuangan perusahaan dapat dipercayai ? bila iya mengapa ada beberapa perusahaan yang mempunyai laporan keuangan seperti roller coaster? Terdiam sesaat mendengar pertanyaan ini, dan akhirnya penulis mengatakan bahwa yang terpenting adalah‘the man behind gun’ atau siapa dibalik itu semua, karena laporan keuangan hanyalah alat.

Untuk mengetahui karakter dari siapa dibalik perusahaan itu salah satunya adalah dengan melihat tata kelola perusahaan atau yang lebih dikenal dengan sebutan Corporate Governance, apakah baik atau tidak.

Tata kelola perusahaan merujuk kepada sistem dimana perusahaan di arahkan dan di kendalikan. Struktur tata kelola menentukan pembagian hak dan tanggung jawab antara peran yang berbeda dalam korporasi (seperti dewan direksi, mana-jer, pemegang saham, kreditur, auditor, regulator dan pemangku kepentingan lainnya) dan menentukan aturan dan prosedur untuk membuat keputusan dalam urusan perusahaan. Tata kelola menyediakan struktur melalui mana perusahaan menetapkan dan mencapai tujuannya, sementara mencerminkan konteks sosial, lingkungan peraturan dan pasar. Tata kelola adalah mekanisme untuk memantau tindakan, kebijakan dan keputusan perusahaan, yang melibatkan penyelarasan kepentingan di antara stakeholder.

PRINSIP TATA KELOLA PERUSAHAAN

Berikut ini adalah beberapa prinsip tata kelola perusahaan :

gcg frameworkHak dan perlakuan yang adil dari pemegang saham
Organisasi harus menghormati hak-hak pemegang saham dan membantu pemegang sa-ham untuk melaksanakan hak-hak tersebut. Mereka dapat membantu pemegang saham menggunakan hak mereka secara terbuka dan efektif, mengkomunikasikan informasi dan dengan mendorong pemegang saham untuk berpartisipasi dalam rapat umum.

Pemangku kepentingan lainnya
Organisasi harus mengakui bahwa mereka memiliki hukum, kontrak, sosial dan kewajiban Tata kelola perusahaan merujuk kepada sistem dimana perusahaan di arahkan dan di kendalikan. Struktur tata kelola menentukan pembagian hak dan tanggung jawab antara peran yang berbeda dalam korporasi (seperti dewan direksi, mana-jer, pemegang saham, kreditur, auditor, regulator dan pemangku kepentingan lainnya) dan menentukan aturan dan prosedur untuk membuat keputusan dalam urusan perusahaan.

Tata kelola menyediakan struktur melalui mana perusahaan menetapkan dan mencapai tujuannya, sementara mencerminkan konteks sosial, lingkungan peraturan dan pasar. Tata kelola adalah mekanisme untuk memantau tindakan, kebijakan dan keputusan perusahaan, yang melibatkan penyelarasan kepentingan di antara stakeholder.

Peran dan tanggung jawab dewan Komisaris dan Direksi
Dewan membutuhkan keterampilan yang relevan dan pemahaman yang cukup untuk men-injau dan menantang kinerja manajemen. Hal ini juga perlu ukuran yang memadai dan sesuai tingkat kemandirian dan komitmen.

Integritas dan perilaku etis
Integritas harus menjadi kebutuhan mendasar dalam memilih pejabat perusahaan dan anggota dewan. Organisasi harus mengembangkan kode etik bagi direksi dan eksekutif mereka untuk meningkatkan etika dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab.

Pengungkapan dan transparansi
Organisasi harus menjelaskan dan mengumumkan kepada publik peran dan tanggung jawab pengurus dan manajemen untuk memberikan tingkat akuntabilitas kepada stakeholder. Mereka juga harus menerapkan prosedur secara independen untuk memverifikasi dan menjaga integritas pelaporan keuangan perusahaan. Pengungkapan hal-hal material mengenai organisasi harus tepat waktu dan seimbang untuk memastikan bahwa semua investor memiliki akses ke informasi yang jelas dan faktual.

(Wikipedia/BTR)

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY