Investasi Saham Untuk Pemula

Investasi Saham Untuk Pemula

751
0
SHARE
Investasi saham untuk Pemula

Ada seorang karyawan yang bertanya bagaimana cara untuk memulai investasi saham. Dia sangat tertarik berinvestasi saham secara langsung namun bingung untuk memulai.

Jawaban:

Jika Anda adalah salah satu orang yang juga tertarik dan memikirikan cara bagaimana memulai investasi saham. Pertama yang ingin kami sampaikan adalah selamat karena Anda sudah ingin berinvestasi saham, masih banyak masyarakat yang belum tergerak untuk berinvestasi saham. Anda bisa bayangkan dari 200juta lebih penduduk Indonesia, yang terdaftar sebagai pemegang saham di KSEI saat ini hanya sekitar 300rb an saja atau belum ada 0.5% dari penduduk Indonesia.

Saham adalah salah satu dari instrumen investasi yang bisa memberikan hasil pertumbuhan yang cukup besar.  Dengan membeli saham, secara tidak langsung Anda sudah menanamkan uang pada suatu perusahaan, yang otomatis Anda berhak disebut sebagai salah satu pemilik perusahaan tersebut, walapun hanya 1 lot (1 lot = 100 lembar,-).

Sebelum kami lanjutkan, akan kami bagikan konsep dasarnya terlebih dahulu.  Jika kita kembali merujuk ke salah satu makna pasar, pasar adalah tempat bertemunya penjual dan pembeli secara fisik (dulu), sekarang dengan kecanggihan teknologi, kita tidak harus bertemu secara fisik, tetapi bisa lewat telephone, internet online dll.

Pasar saham yang dikelola oleh PT BEI (Bursa Efek Indonesia) merupakan tipe pasar online dimana mempertemukan penjual (perusahaan efek) dan pembeli (pemegang saham) secara online dan dengan bantuan infrastruktur modern bisa melakukan jual beli saham secara online.

Kemudian untuk melakukan jual beli saham ini, diperlukan bantuan anggota bursa (perusahaan sekuritas atau biasa disebut broker), broker inilah yang menjembatani transaksi Anda dan memproses transaksi Anda baik jual atau beli, sehingga didalam portofolio Anda akan melihat saham-saham mana saja yang Anda miliki.

Jadi, langkah pertama apabila Anda ingin memulai investasi saham adalah dengan membuka rekening dana investor (RDI) atau rekening dana nasabah disalah satu broker atau sekuritas. Anda akan mendapatkan RDI atas nama Anda sendiri berikut dengan SID (Single ID Investor) dan akses ke platform trading online. Apabila karena kesulitan dan lain hal Anda tidak bisa melakukan jual beli online, Anda juga bisa menelpon sekuritas Anda tersebut apabila Anda ingin membeli suatu saham.

Apa Yang Perlu Anda Kuasai Apabila Ingin Menjadi Investor Saham?

1. Psikologi Investor

2. Analisa Teknikal

3. Analisa Fundamental

4. Manajemen Keuangan

Mungkin dari 4 hal tersebut di atas, menjadi hal yang dibilang sulit dan banyak yang merasa tidak bisa untuk mempelajarinya. Namun untuk menjadi investor saham pada prinsipnya ini adalah hal yang bisa dipelajari. Anda bisa pelajari cara sederhana untuk berinvestasi saham melalui www.yukinvestasisaham.com

Untuk pemula, disarakan untuk mempelajari 4 hal tersebut di atas terlebih dahulu. Sehingga muncul kesiapan mental dan mengetahui seluk beluk investasi saham secara benar (resiko dan manfaatnya).

Paling tidak ada 8 (delapan) point penting dalam berinvestasi saham:

1. Pahami tujuan berinvestasi, misalnya untuk dana pendidikan atau dana pensiun.  Lalu berapa lama jangka waktu berinvestasi, misalnya jangka pendek 1 tahun, jangka menengah atau jangka panjang

2. Kenali profil risiko Anda, apakah konservatif, moderat atau agresif

3. Pelajari instrumen investasi yang tersedia (Buy what you know & know what you buy), misal saham ABC secara teknikal dan kondisi perusahaan (fundamental) dan bandingkan dengan saham dalam sektor sejenis.

4. Pahami risiko yang berkaitan dengan tiap alternatif investasi.  Khusus untuk saham, beberapa resiko yang muncul antara lain : Tidak mendapat dividen, Capital loss, Perusahaan bangkrut atau dilikuidasi, Saham di delist dari bursa (delisted), atau Saham di suspend oleh pihak regulator

5. Tentukan batas investasi sesuai kemampuan keuangan Anda

6. Tentukan strategi investasi Anda misal buy low sell high, membeli saham pada saat harganya turun dan menjualnya saat harganya tinggi.

7. Diversifikasi dalam instrumen investasi (Don’t put your eggs in one basket).

8. Kendalikan emosi Anda karena investasi saham juga membutuhkan kesabaran dan tidak serakah.

Agar masyarakat tidak berinvestasi secara fatal yang bisa memiskinkannya, maka regulator dalam hal ini BEI (Bursa Efek Indonesia) juga seringkali melakukan sosialisasi dan edukasi di tiap-tiap daerah. Biasanya mereka bekerja sama dengan sponsor seperti Perusahaan Sekuritas. Anda bisa mengikutinya untuk memberikan wawasan lebih tentang investasi saham.

Kemudahan Dalam Berinvestasi Saham

Jika dahulu kita harus melakukan jual beli di lantai bursa dengan mendatangi BEI (dulu BEJ/Bursa Efek Jakarta atau BES/Bursa Efek Surabaya), sekarang dengan kemudahan teknologi, kita cukup melakukan transaksi dari laptop atau smart phone kita masing-masing yang terlebih dahulu meregistrasinya.

Bahkan untuk pelajar atau mahasiswa bisa melakukan pembukaan rekening efek nasabah, seperti kita membuka rekening tabungan di bank, dengan menyertakan tanda identitas/KTP dan bukti setoran deposit awal.

Walau antara satu anggota bursa (perusahaan sekuritas) dengan anggota bursa lainnya berbeda, untuk pelajar dan mahasiswa atau investor pemula, cukup dengan Rp 500 ribu atau kurang, sebagai persyaratan awal membuka rekening dana investor.

Investasi saham saat ini memang sudah semakin mudah dilakukan, untuk semua kalangan bahkan termasuk ibu rumah tangga. Ada suatu analisa bahwa Indonesia akan semakin maju jika semakin banyak investor lokal yang berinvestasi di pasar modal Indonesia.

Sudahkah Anda berinvestasi saham?

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY